Kopi sebagaimana tertulis dalam Wikipedia mulai dikenal sejak 1000 SM oleh suku Galla di Afrika Timur sana. Sedangkan versi lain sejarah kopi dikabarkan berkaitan dengan Raja Gustaff II asal Swedia sekitara 1594-1632 Masehi.
Raja ini menjatuhkan hukuman kepada dua orang bersaudara kembar lantaran mereka dianggap bersalah dalam suatu tindak pidana yang dituduhkan kepada mereka. Untuk menentukan siapa sebenarnya bersalah, sang raja membuat aturan unik dan tak lazim.
Kedua saudara kembar ini dihukum dengan minum kopi selama hidupnya dan seorang lagi hanya boleh minum teh. Siapa lebih dulu meninggal, dialah dianggap bersalah. Ternyata, yang meninggal duluan adalah peminum teh pada usia 83 tahun, meski sudah terlambat, dia ditetapkan sebagai tersangka.
Sejak saat itulah, orang Swedia dan negara-negara di kawasan Skandinavia menjadi begitu maniak dan fanatik terhadap kopi. Mungkin mereka percaya dengan minum kopi, umur mereka bisa lebih panjang.
Berbeda dengan Indonesia, kopi perkembangan-nya tidak bisa di lepas dari masa penjajahan Belanda.
Belanda awalnya menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi, Bogor, dan akhirnya menyebar ke berbagai daerah seperti Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra, Sulawesi.
Bencana alam, perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan, semua itu memiliki peran penting dalam perkembangan kopi di Indonesia. Awal abad ke-20 perkebunan kopi berada di bawah kontrol pemerintahan Belanda. Di bawah pemerintahan Belanda ini Infrastruktur dikembangkan untuk mempermudah perdagangan kopi dan sampai sekarang.
